Kamis, 31 Mei 2012

Tugas Laporan

 
a.Pengertian laporan
Laporan ialah karya tulis ilmiah yang dibuat oleh seseorang atau sekelompok orang yangberhubungan secara structural atau kedinasan setelah melaksanakan tugas yang diberikan.Laporan tersebut sebagai bukti pertanggung jawaban bawahan/petugas tim/panitia kepadaatasannya atas pelaksanaan tugas yang diberikan.

b.Sistematika laporan ilmiah
Laporan ilmiah dapat berbentuk naskah atau buku karena berisi hal-hal yang terperinci berkaitandengan data-data yang akurat dan lengkap.Laporan ilmiah atau laporan formal terdiri atas:1.bagian awal, terdiri atas :
1.bagian awal, terdiri atas :

a.halaman judul:judul, maksud, tujuan penulisan, identitas penuli, intansi asal, kota penyusunan,dan tahun.
b. halaman pengesahan (jika perlu)
c. halaman motto/semboyan(jika perlu)
d. halaman persembahan (jika perlu)
e. prakata
f.daftar isi
g.daftar table

h. daftar grafik

i. daftar gambar 
 j.abstrak: uraian singkat tentang isi laporan

2. bagian isi
a.bab I pendahuluan berisi tentang
(1) latar belakang
(2)identitas masalah
(3) pembatasan masalah
(4)rumusan masalah
(5) tujuan dan manfaat
b. bab II: kajian pustaka
c. Bab III:metode
d. bab IV:pembahasan
e. bab V: penutup
3. bagian akhir 
a. daftar pustaka
b.daftar lampiran
c. indeks : daftar istilah


Jenis-jenis laporan
a. Laporan Program Kerja
b. Laporan Ilmiah
c. Laporan pertanggung jawaban



 
UPAYA PENINGKATAN MUTU PROGRAM KERJA KEPALA SD NEGERI 5 SINGKAWANG BARAT MELALUI SUPERVISI ADMINISTRASI KEPALA SEKOLAH.
Oleh : Hanafi
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Lampiran
Ringkasan
BAB I Pendahuluan
  1. Latar Belakang
  2. Rumusan Masalah
  3. Tujuan Penelitian
  4. Manfaat Hasil Penelitian
BAB II Kajian Pustaka
  1. Mutu
  2. Program Krja
  3. Kepala SEkolah
  4. Supervisi Administrasi Kepala SEkolah
BAB III Pelaksanaan Kegiatan Penelitian
  1. Setting Penelitian (Faktor yang diteliti)
  2. Pelaksanaan Kegiatan (Pelaksanaan Penelitian)
  3. Kegiatan Pra Siklus
  4. Kegiatan Persiapan Penelitian
  5. Kegiatn Siklus I
  6. Kegiatan Siklus II
BAB IV Pembahasan
  1. Kegiatn Pra siklus
  2. Kegiatan Siklus I
  3. Kegiatan Siklus II
BAB V Simpulan Dan Saran
  1. Simpulan
  2. Saran
Daftar Isi
Abstrak:
Permasalahan sekitar rendahnya mutu penyelenggaraan pendidikan di SDN Kota Singkawang selama ini pada dasarnya bermuara pada lemahnya pengelolaan, pengorganisasian dan pengembangan institusi. Upaya peningkatan mutu penndidikan  persekolahan harus lebi dititikberatkan kepada peningkatan mutu sumber daya manusia. Dalam konteks ini, Program peningkatan mutu kinerja kepala sekolah sangat relevan dan sangat strategis, mengingat fungsi dan perannya sebagai pemimpin dan pengelola satuan lembaga pendidikan di tingkat operasional.
Sebagai pemimpin dan pengelola satuan lembaga pendidikan, kinerja kepala sekolah akan memberikan dampak yang positif atau negative terhadap aspek-aspek sistemik yang terkait dengan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Asumsinya adalah bahwa mutu kinerja  kepala sekolah akan berpengaruh terhadap mutu kinerja guru dan warga sekolah lainnya. Salah satu aspek penting dari mutu kinerja kepala sekolah adalah pengelolaan manjamen sekolah. Sebagai seorang manajerial, kepala sekolah dihadapkan kepada banyak tugas yang menuntut tanggung jawab yang sungguh-sungguh dalam pelaksanaannya.
Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilaksanakan di SD N 5 Singkawang Barat dan masalah yang diteliti adalah Mutu Program Kerja Kepala Sekolah pada bidang manajerial khususnya pada penyusunan program kerja tahunan kepaa sekolah melalui Supervisi Administrasi Kepala sekolah yang ditindaklanjuti dengan pembimbingan dan pembinaan secara langsung dan berkesinambungan.
Dalam Pelaksanaan PTS ini prosedurnya adalah mensupervisi dan menganalisa administrasi kepala sekolah, memberikan bimbingan teknis tentang analisis SWOT dan cara-cara penyusunan program kerja tahunan dan membimbing langsung pembuatan anaaisis SWOT dan penyusunan program kerja tahunan kepala sekolah.

Kamis, 05 April 2012



Petunjuk untuk membuat Penuliasan Ilmiah


 Bab I. Pendahuluan 
 
    1.1 latar Belakang 
    1.2 Rumusan dan Batasan masalah 
    1.3 Tujuan Penelitian
    1.4 Manfaat Penelitian 
    1.5 Metode Penelitian
    1.6 Agenda Penelitian

 Bab II. Landfasan Teori

 2.1 Kerangka Teori 
 2.2 kajian Penelitian Sejenis 
 2.3 Alat Analisis

 Bab III. Metode Penelitian

  3.1 Objek Penelitian 
  3.2 Data Variabel
  3.3 Metode Pengumpulan Data 
  3.4 Hipotesis
  3.5 Alat Analisis yang Digunakan

 Bab IV. Pembahasan 4.1 Data dan profil Objek Penelitian 

  4.2 hasil Penelitian dan Analisis 
  4.3 Rangkuman Hasil Penelitian 

  Bab V. Penutup

  5.1 Kesimpulan 
  5.2 Saran 
  5.3 Keterbatasan Penelitian  
                                                                                               Sumber ; Universitas Gunadarma
  

 Pengertian Penulisan Ilmiah

  Penulisan Ilmiah adalah karya tulis yang disusun oleh seorang penulis berdasarkan hasil-hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukannya. Dari definisi yang lain dikatakan bahwa karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. 

  Dari pengertian tersebut secara awal kita dapat mengenal salah satu ciri khas karya ilmiah adalah lewat bentuknya yakni tertulis, baik di buku, jurnal, majalah, surat kabar, maupun yang tersebar di internet, di samping ciri lain yang mesti dipenuhi dalam sebuah karya ilmiah.
                                                                                                Sumber : Aryonelmessi’s blog

Minggu, 11 Maret 2012

TUGAS SOFTSKILL PERTAMA

PENALARAN

1.PENGERTIAN PENALARAN

adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (observasiempirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yangsejenis juga akan terbentuk proposisi ± proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisiyang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yangsebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Konsep dan simbol dalam penalaran :

Penalaran juga merupakan aktivitas pikiran yang abstrak, untuk mewujudkannyadiperlukan simbol. Simbol atau lambang yang digunakan dalam penalaran berbentuk bahasa,sehingga wujud penalaran akan akan berupa argumen.

Kesimpulannya adalah pernyataan atau konsep adalah abstrak dengan simbol berupakata, sedangkan untuk proposisi simbol yang digunakan adalah kalimat (kalimat berita) danpenalaran menggunakan simbol berupa argumen.

Argumenlah yang dapat menentukankebenaran konklusi dari premis.Berdasarkan paparan di atas jelas bahwa tiga bentuk pemikiran manusia adalah aktivitasberpikir yang saling berkait. Tidak ada ada proposisi tanpa pengertian dan tidak akan adapenalaran tanpa proposisi. Bersama ± sama dengan terbentuknya pengertian perluasannya akanterbentuk pula proposisi dan dari proposisi akan digunakan sebagai premis bagi penalaran. Ataudapat juga dikatakan untuk menalar dibutuhkan proposisi sedangkan proposisi merupakan hasildari rangkaian pengertian.


Syarat-syarat kebenaran dalam penalaran :

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran.Kebenaran dapat dicapai jika syarat ± syarat dalam menalar dapat dipenuhi.

1.Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatuyang memang benar atau sesuatu yang memang sala

2. Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semuapremis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formalmaupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dariaturan ± aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yangdijadikan sebagai premis tepat.


2.PENALARAN INDUKTIF

Metode penalaran induktif adalah adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwakhusus sebagai hasil pengamatan empirik dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuanbaru yang bersifat umum. Dalam hal ini penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalarandeduktif. Untuk turun ke lapangan dan melakukan penelitian tidak harus memliki konsep secaracanggih tetapi cukup mengamati lapangan dan dari pengamatan lapangan tersebut dapat ditarik generalisasi dari suatu gejala. Dalam konteks ini, teori bukan merupakan persyaratan mutlak tetapi kecermatan dalam menangkap gejala dan memahami gejala merupakan kunci sukses untuk dapat mendiskripsikan gejala dan melakukan generalisasi.


Jenis-jenis penalaran induktif :

Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulanumum. Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik. Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik.
Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik.


3.PENGERTIAN DEDUKTIF

Deduktif adalah cara berpikir di mana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal padasuatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatukesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

Jenis-jenis Penalaran Deduktif

1.Silogisme
Silogisme merupakan proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi).

Bentuk silogisme :

A.Silogisme kategoris : terdiri dari proposisi-proposisi kategoris.
B. Silogisme hipotesis : salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.

Misalnya:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis2: Sekarang hujan
Konklusi : Maka jalanan basah.
Bandingkan dengan jalan pikiran berikut:
Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah
Premis2: Sekarang jalanan basah
Konklusi : Maka hujan.



2.Silogisme Standar

Silogisme kategoris standar = proses logis yang terdiri dari tiga proposisi kategoris.Proposisi 1 dan 2
adalah premisProposisi 3 adalah konklusi
Contoh “Semua pahlawan adalah orang berjasa”
Kartini adalah pahlawan
Jadi: Kartini adalah orang berjasa´.

Rabu, 23 November 2011

sikap motivasi dan mawas diri

Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Motivasi adalah sebuah energi pendorong yang berasal dari dalam kita sendiri.
Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Energi pendorong dari dalam agar apapun yang kita inginkan dapat terwujud. Motivasi erat sekali hubungannya dengan keinginan dan ambisi, bila salah satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.
Banyak dari kita yang mempunyai keinginan dan ambisi besar, tapi kurang mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mengambil langkah untuk mencapainya. Ini menunjukkan kurangnya enrgi pendorong dari dalam diri kita sendiri atau kurang motivasi.

Motivasi akan menguatkan ambisi, meningkatkan inisiatif dan akan membantu dalam mengarahkan energi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dengan motivasi yang benar kita akan semakin mendekati keinginan kita.
Biasanya motivasi akan besar, bila orang tersebut mempunyai visi jelas dari apa yang diinginkan. Ia mempunyai gambaran mental yang jelas dari kondisi yang diinginkan dan mempunyai keinginan besar untuk mencapainya. Motivasilah yang akan membuat dirinya melangkah maju dan mengambil langkah selanjutnya untuk merealisasikan apa yang diinginkannya.
Lakukan apapun dalam pengembangan diri anda dengan motivasi, baik itu karir, hubungan, spiritual, pekerjaan, menulis, memasak, membeli rumah, mendapatkan pacar, mengajar anak atau apapun. Motivasi ini akan ada, bila ada visi yang jelas dari apa yang anda akan lakukan, mengetahui apa yang akan anda lakukan dan percaya akan kekuatan yang ada pada anda sendiri. Ia akan merupakan kunci sukses dari apapun yang anda lakukan.
Untuk termotivasi, ketahui terlebih dahulu apa yang anda inginkan selanjutnya anda harus dapat meningkatkan energi keinginan itu dan siap untuk melakukan apa saja agar keinginan dapat tercapai.

Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Motivasi adalah sebuah energi pendorong yang berasal dari dalam kita sendiri.
Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Energi pendorong dari dalam agar apapun yang kita inginkan dapat terwujud. Motivasi erat sekali hubungannya dengan keinginan dan ambisi, bila salah satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.
Banyak dari kita yang mempunyai keinginan dan ambisi besar, tapi kurang mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mengambil langkah untuk mencapainya. Ini menunjukkan kurangnya enrgi pendorong dari dalam diri kita sendiri atau kurang motivasi.
Motivasi akan menguatkan ambisi, meningkatkan inisiatif dan akan membantu dalam mengarahkan energi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dengan motivasi yang benar kita akan semakin mendekati keinginan kita.
Biasanya motivasi akan besar, bila orang tersebut mempunyai visi jelas dari apa yang diinginkan. Ia mempunyai gambaran mental yang jelas dari kondisi yang diinginkan dan mempunyai keinginan besar untuk mencapainya. Motivasilah yang akan membuat dirinya melangkah maju dan mengambil langkah selanjutnya untuk merealisasikan apa yang diinginkannya.

Lakukan apapun dalam pengembangan diri anda dengan motivasi, baik itu karir, hubungan, spiritual, pekerjaan, menulis, memasak, membeli rumah, mendapatkan pacar, mengajar anak atau apapun. Motivasi ini akan ada, bila ada visi yang jelas dari apa yang anda akan lakukan, mengetahui apa yang akan anda lakukan dan percaya akan kekuatan yang ada pada anda sendiri. Ia akan merupakan kunci sukses dari apapun yang anda lakukan.
Untuk termotivasi, ketahui terlebih dahulu apa yang anda inginkan selanjutnya anda harus dapat meningkatkan energi keinginan itu dan siap untuk melakukan apa saja agar keinginan dapat tercapai.


mawas diri menurut kamus Beasar Bahasa indonesia, edisi kedua, balai pustaka 1993, ialah melihat(memeriksa dan mengoreksi) diri sendiri secara jujur,instropeksi, kita harus mawas diri agar kita janagan membuat kesalahan yang sama mawas diri menurut Marbangun Hardjowirogo ialah meninjau ke dalam, hati nurani kita guna mengetahui benar tidaknya, suatu tindakan yang telah di ambisecara teknis psikiologis usaha tersebut dapat dinamakan juga instropeksi yang pada dasarnya ialah pencarian tanggung jawab ke hati nurani mengenai suatu perbuatan.
Menurut saya pribadi mawas diri adalah sikap hati-hati dan menjadi yang lebih baik untuk kedepannya .
Mawas diri pun tidak boleh berlebihan karna jika berlebihan kita tidak akan berani mengambil sikap atau berani untuk lebih baik.

pengaruh keluarga dan rumah tangga

Saat ini keberadaan keluarga dan rumah tangga sangat mempengaruhi pola dan perilaku konsumen seseorang. Hal ini didasarkan pada gaya hidup keluarga maupun rumah tangga tersebut. Semakin tinggi derajat dari keluarga tersebut, maka makin tinggi pula tingkat perilaku konsumen mereka. Sebagai contoh, jika dalam suatu keluarga dan rumah tangga merasa memerlukan atau membutuhkan mobil ataupun motor untuk keperluan transportasi , serta memerlukan fasilitas-fasilitas elektronik maupun furniture, dan mereka memiliki kemampuan untuk membeli kebutuhan tersebut maka mereka akan membelinya. Dan sebaliknya, jika keluarga dan rumah tangga memiliki berbagai kebutuhan, tetapi tidak diimbangi oleh kemampuan untuk membelinya, maka mereka akan memilih atau memprioritaskan kebutuhan mereka yang lebih penting. Keluarga merupakan organisasi pembelian konsumen yang paling penting dalam masyarakat, dan telah diteliti secara eksensif. Para pemasar tertarik dengan peran dan pengaruh relatif dari suami istri, dan anak-anak dalam pembelian berbagai macam produk dan jasa. Peran dan pengaruh ini akan sangat bervariasi di negara-negara dan kelas-kelas sosial yang berbeda.

A. Fungsi Produksi Rumah Tangga, terdiri dari :
a. Fungsi Pembelian
b. Produksi Rumah Tangga
c. Fungsi Konsumsi
d. Fungsi Pasar Tenaga Kerja
e. Fungsi Pemeliharaan Keluarga

B. Stok (Sumber Daya) Rumah Tangga, :
(i) Informasi
(ii) Sumber Keuangan
(iii) Barang Pasar
(iv) Karakteristik
(v) Waktu

C. Variabel Eksogen atau yang Ditetapkan Sebelumnya, :
a) Data
b) Peluang Pasar Tenaga Kerja
c) Peluang Pasar Produk
d) Struktur Rumah Tangga
e) Kepuasan

Keluarga

Secara bahasa Keluarga (family) dapat diartikan sebagai sekelompok individu yang terdiri dari dua atau lebih orang yang berhubungan darah, pernikahan atau adopsi yang tinggal bersama. Keluarga terdiri dari :
(i) Keluarga inti (nuclear family) adalah kelompok langsung yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang tingga bersama.
(ii) Keluarga besar (extended family) mencakup keluarga inti, beserta kerabat lain, seperti kakek-nenek, paman-bibi, sepupu dan kerabat karena perkawinan.

Anggota keluarga merupakan kelompok acuan primer yang paling berpengaruh. Kita biasa membedakan dua keluarga dalam kehidupan pembeli Keluarga orientasi (family of orientation) terdiri dari orang tua seseorang. Dari orang tua, seseorang memperoleh orientasi terhadap agama, poltik, dan ekonomi serta pamahaman atas ambisi pribadi, penghargaan pribadi, dan cinta. Bahkan jika pembeli sudah tidak lagi terlalu sering berinteraksi dengan orang tuanya, pengaruh orang tua terhadap perilaku pembeli tersebut bisa saja tetap signifikan. Di negara-negara di mana orang tua hidup bersama anak- anak mereka yang sudah dewasa, pengaruh mereka dapat saja bersifat substansial. Pengaruh yang lebih langsung terhadap perilaku pembelian sehari-hari adalah keluarga prokreasi (Family of procreation) seseorang, yakni pasangan hidup (suami/istri) dan anak-anaknya

kepribadian nilai dan gaya hidup

Kepribadian, nilai, dan gaya hidup merupakan sistem yang penting untuk mengerti mengapa orang memperlihatkan perbedaan dalam konsumsi produk dan preferensi merek. Gaya hidup dan kepribadian yang mendasari atau nilai yang mereka refleksikan kerap lebih tampak. Bahkan kepribadian lebih tampak daripada motivasi atau pengetahuan. Kepribadian walaupun dimengerti dalam bahasa sehari-hari, namun terbukti sulit secara empiris untuk dihubungkan dengan perilaku konsumen. Konsep yang lebih komprehensif telah berkembang yang disebut gaya hidup, yang mencakupi variabel pribadi, sosial, dan demografi yang mungkin pula mempengaruhi perilaku konsumen. Komunikasi produk dan pemasaran kerap dibangun di atas asumsi individualitas di dalam kepribadian atau gaya hidup konsumen.
Setiap Individu adalah pribadi yang unik. Manusia pada hakekatnya adalah kertas kosong yang di bentuk oleh lingkungan mereka. Perilaku manusia merupakan fungsi dari interaksi antara person atau individu dengan lingkungannya. Mereka berperilaku berbeda satu sama lain karena ditentukan oleh masing – masing lingkungan yang memang berbeda.
Perilaku konsumsi kita adalah fungsi dari siapa kita sebagai individu. Pikiran, perasaan, sikap, dan pola perilaku menentukan apa yang kita beli, ketika kita membelinya, dan bagaimana kita menggunakannya. Faktor internal memiliki dampak besar pada perilaku konsumenPengaruh kelompok pada perilaku konsumen individu Grup pengaruh pada perilaku konsumen dapat berdampak motivasi, nilai, dan pengolahan informasi individu;. Mereka bisa datang dari kelompok-kelompok yang telah menjadi milik konsumen atau dari kelompok-kelompok yang mereka bercita-cita untuk menjadi bagian (kelompok aspirasi). Kelompok dapat memberikan berbagai pengaruh pada individu, termasuk:
(1) informasi mempengaruhi mana kelompok bertindak sebagai sumber untuk pendapat ahli;
(2) perbandingan pengaruh seperti bahwa kelompok menyediakan kesempatan untuk mengelola individu konsep diri sehubungan dengan identitas kelompok, dan,
(3) pengaruh normatif, dimana kelompok menetapkan pedoman dan sanksi untuk perilaku individu cocok atau tidak.

Pengaruh kelompok pada perilaku konsumen cenderung bervariasi dengan berbagai kelompok dan produk-faktor terkait. Sebagai contoh, kelompok yang lebih ini dianggap menjadi sumber, kredibel terhormat persetujuan atau ketidaksetujuan kepada konsumen, semakin besar kemungkinan bahwa konsumen adalah sesuai dengan nilai-nilai kelompok. Selain itu, lebih sering anggota kelompok berinteraksi, dan menggunakan lebih luar terlihat dari produk ini adalah untuk anggota kelompok dan non kelompok, semakin besar pengaruh kelompok pada perilaku konsumsi individu.

pengaruh individu

Setiap Individu adalah pribadi yang unik. Manusia pada hakekatnya adalah kertas kosong yang di bentuk oleh lingkungan mereka. Perilaku manusia merupakan fungsi dari interaksi antara person atau individu dengan lingkungannya. Mereka berperilaku berbeda satu sama lain karena ditentukan oleh masing – masing lingkungan yang memang berbeda.
Perilaku konsumsi kita adalah fungsi dari siapa kita sebagai individu. Pikiran, perasaan, sikap, dan pola perilaku menentukan apa yang kita beli, ketika kita membelinya, dan bagaimana kita menggunakannya. Faktor internal memiliki dampak besar pada perilaku konsumenPengaruh kelompok pada perilaku konsumen individu Grup pengaruh pada perilaku konsumen dapat berdampak motivasi, nilai, dan pengolahan informasi individu;. Mereka bisa datang dari kelompok-kelompok yang telah menjadi milik konsumen atau dari kelompok-kelompok yang mereka bercita-cita untuk menjadi bagian (kelompok aspirasi). Kelompok dapat memberikan berbagai pengaruh pada individu, termasuk:
(1) informasi mempengaruhi mana kelompok bertindak sebagai sumber untuk pendapat ahli;
(2) perbandingan pengaruh seperti bahwa kelompok menyediakan kesempatan untuk mengelola individu konsep diri sehubungan dengan identitas kelompok, dan,
(3) pengaruh normatif, dimana kelompok menetapkan pedoman dan sanksi untuk perilaku individu cocok atau tidak.

Pengaruh kelompok pada perilaku konsumen cenderung bervariasi dengan berbagai kelompok dan produk-faktor terkait. Sebagai contoh, kelompok yang lebih ini dianggap menjadi sumber, kredibel terhormat persetujuan atau ketidaksetujuan kepada konsumen, semakin besar kemungkinan bahwa konsumen adalah sesuai dengan nilai-nilai kelompok. Selain itu, lebih sering anggota kelompok berinteraksi, dan menggunakan lebih luar terlihat dari produk ini adalah untuk anggota kelompok dan non kelompok, semakin besar pengaruh kelompok pada perilaku konsumsi individu.